Anda sudah kenal Linux? Ya, tentu saja. Anda sudah berkenalan dengan Linux di edisi lalu. Anda masih belum kenal? Coba dapatkan majalah Bekas edisi lalu, Anda dapat menghubungi redaksi untuk hal ini. Namun, mari kita bahas sedikit. Linux merupakan salah satu sistem operasi alternatif terbaik saat ini. Bahkan Linux sudah cukup matang untuk dipakai sebagai sistem operasi utama, baik untuk penggunaan di rumah maupun di kantor.

Mengapa Mandriva

Pada edisi kali ini kita akan mencicipi salah satu distro Linux. Mungkin akan muncul di benak Anda, distro mana yang akan kita coba? Mengingat banyaknya distro Linux yang tersedia. Kali ini, penulis memiilih Mandriva 2006.1 yang terdiri dari 3 CD. Mandriva dipilih karena merupakan distro yang paling mudah digunakan. distro yang sebelumnya dikenal dengan nama Mandrake ini juga sering disarankan untuk para pemula. meskipun tidak sedikit juga advance user/expert yang menggunakannya.

Sekilas Distro

Mandriva adalah nama baru dari Mandrakesoft. Nama ini diambil dari gabungan nama Mandrakesoft dan Connectiva. Sebagaimana dilansir oleh InfoLINUX, pada 30 Maret 2005 Mandrakesoft telah membeli seluruh saham Connectiva dan menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Mandrakesoft yang berbasis di Prancis ini mengakuisisi Connectiva yang berbasis di Brazil ini untuk melebarkan sayapnya di Amerika Latin.

CD instalasi Mandriva menyertakan kernel Linux 2.6.9, KDE 3.4, Gnome 2.4, IceWM, dan beberapa desktop manager kecil lain. untuk keperluan kantor tersedia OpenOffice 2.0, AbiWord 2.4, Gnumeric, serta Koffice. untuk keperluan multimedia ada Kaffeine, Xine, dan masih banyak aplikasi lain yang mendukung kerja dan hiburan.

Anda dapat menginstal Mandriva pada sistem komputer dengan prosesor 233 Mhz, dan kebutuhan ruang harddisk sekitar 2,5 Gb untuk instalasi lengkap. Yang perlu diperhatikan, bila Anda ingin menggunakan KDE, minimal perlu memory 82 MB.

Proses Instalasi Mandriva

Secara umum instalasi biasa langsung dilakukan dari CD-ROM. Anda perlu menyiapkan CD instalasi Mandriva yang terdiri dari 3 CD. Untuk memulai instalasi, boot-lah komputer Anda dengan CD 1 Mandriva. Anda bisa melakukannya dengan mengubah boot priority pada BIOS (Basic Input Output System). Tunggu sampai muncul tampilan awal instalasi seperti pada gambar 1. Tekan saja [Enter] untuk memulai instalasi.

Berikutnya akan tampak pilihan bahasa yang akan dipakai pada instalasi. Ada banyak bahasa pengantar instalasi yang disediakan Mandriva. Anda bahkan bisa memilih bahasa Indonesia untuk memandu proses instalasi ini. Namun bila Anda lebih terbiasa dengan baha Inggris, teruskan saja instalasi dengan meng-klik tombol [Next].

Selanjutnya ada halaman yang berisi License Agreement. Anda harus menyetujui pernyataan lisensi yang ada dengan meng-klik [Accept] dan menekan tombol [Next] untuk melanjutkan proses instalasi.

Lalu akan muncul pilihan untuk security. Anda bisa memilih High sesuai default. Atau bila Anda ingin, ada juga pilihan Standard, Very High, dan Paranoia. pilihan ini akan menentukan standar keamanan yang dipakai di komputer Anda. setelah itu klik [Next] untuk melanjutkan instalasi.

Kemudian kita akan masuk ke pemilihan partisi. Akan ada pilihan Use Existing Partition, Erase and Use Entire Harddisk, Use the Free Space on Windows Partition, dan Custom Disk Partitioning. Ini adalah bagian yang berbahaya bagi pemula.

Untuk pilihan Use Existing Partition, siapkan dulu partisi yang akan digunakan menggunakan software partisi seperti Partition Magis atau FDISK. Atau bisa juga dengan mengosongkan salah satu partisi Windows yang sudah ada. Lalu pilih partisi yang sudah disiapkan tersebut.

Pastikan Anda tidak memilih Erase and Use Entire Harddisk, kecuali komputer Anda benar-benar kosong dan baru dibeli. Sebab, pilihan ini akan menghapus seluruh isi harddisk Anda.

Bila Anda bingung, Anda dapat dengan aman memilih Use the Free Space on Windows Partition, namun Mandriva Linux akan berjalan lebih lambat dibanding bila Anda menyiapkan sebuah partisi untuknya. Dan Anda harus benar-benar tahu apa yang Anda lakukan biala Anda memilih Custom Disk Partitioning.

Berikutnya Anda akan diadapkan pada pemilihan paket-paket software yang akan diinstal di komputer Anda. Pada kategori Workstation, Anda bisa memilih aplikasi-aplikasi yang akan Anda instal dan gunakan untuk bekerja. Anda bisa memilih paket Office yang akan digunakan, Game yang akan dimainkan, dan sebagainya. perhatikan kebutuhan yang Anda perlukan dan space harddisk yang tersedia.

Pada bagian Server, Anda bisa memilih server apa saja yang akan diinstal. Lalu pada bagian Desktop Environment, Anda bisa memilih untuk memakai KDE, Gnome, IceWM, atau yang lainnya. Anda juga bisa menginstal semua desktop environment yang tersedia dan menggunakannya secara bergantian sesuai dengan mood Anda.

Selanjutnya proses instalasi akan dimulai. Prosesnya dapat berlangsung selama kurang lebih 20 menit. tergantung pada banyaknya aplikasi yang Anda pilih untuk diinstal dan seberapa cepat komputer Anda. Anda dapat menunggunya sambil melakukan berbagai hal. misalnya membaca majalah atau minum kopi. sebab, di tengah instalasi Anda akan diminta untuk memasukkan CD 2 dan CD 3.

Setelah instalasi selesai, Anda akan diminta untuk memsukkan password root. Meskipun ada pilihan [No Password], sebaiknya Anda mengisinya. Ini adalah password Administrator komputer Anda. Sebaiknya Anda tidak sering-sering [Log In] dengan user root. Sebab, user ini memiliki kekuasaan tak terbatas dan bisa merusak sistem jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan.

Berikutnya akan ada menu untuk membuat user biasa. Anda dapat membuat user name untuk setiap orang yang akan menggunakan komputer Anda. Di sini ada pilihan [Real Name] yang dapat diisi dengan nama asli, dapat menggunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil. Lalu user name yang hanya bisa diisi dengan huruf kecil. Anda bisa meberi password untuk setiap user name atau mengosongkannya. Selain itu, Anda juga bisa memilih icon yang lucu untuk setiap user name yang ada.

Selanjutnya akan muncul pilihan untuk menginstal Boot Loader. Aplikasi ini sangat berguna bila Anda memiliki sistem operasi lain selain Mandriva Linux, misalnya Windows XP. Saat booting, boot loader akan memberi pilihan, apakah Anda akan menggunakan Mandriva Linux atau Windows XP. Anda juga dapat memberi batasan waktu default. Misalnya jika Anda tidak memilih selama 15 detik, komputer akan otomatis menjalan Mandriva Linux.

Yang perlu diperhatikan adalah pilihan untuk menginstal boot loader di Master Boot Record (MBR) alias first sector of harddrive ataukah di first sector of root partition. Bila Anda tidak memiliki boot loader yang lain, pilih MBR. Namun, bila Anda ingin menggunakan boot loader lain atau menggunakan boot loader dari sistem operasi lain seperti Windows XP, pilih untuk menginstal boot loader di first sector of root partiton.

Di sini akan ada dua pilihan, yaitu Lilo dan Grub. Saya sarankan untuk memilih Lilo with graphical interface. Sebab, Lilo lebih mudah ditur atau dikustomisasi dan tampilannya lebih menarik dibanding Grub.

Selanjutnya adalah konfigurasi akhir pasca instalasi. Lakukan konfigurasi jika diperlukan atau menurut Anda ada konfigurasi yang belum sesuai dengan yang Anda inginkan.

Terakhir, akan muncul ucapan selamat bahwa Anda telah berhasil menginstal Mandriva Linux. keluarkan CD instalsi dari drive CD-ROM dan restart komputer Anda. Saya ucapkan selamat. Anda telah berhasil menginstal Mandriva Linux di komputer Anda. Contoh tampilan desktop Mandriva dapat dilihat pada gambar berikut.