Apakah anda memiliki seperangkat komputer atau PC? Mungkin tidak. Tapi sebagian besar dari pembaca pasti sudah pernah menggunakan PC. Bahkan mungkin ada ang sudah begitu akrab dengan PC dan duduk manis di depan komputer berjam-jam setiap harinya. Nah, tahukah anda bahwa semua pekerjaan yang anda lakukan di komputer telah dipermudah oleh sebuah sistem operasi?

Apa itu sistem operasi? Sistem operasi adalah perangkat lunak yang menghubungkan pengguna PC dengan hardware yang ada di PC. Sistem operasi pula yang mengatur dan membagi pemakaian hardware oleh software-software yang digunakan oleh user. Pernahkah anda membayangkan bahwa anda pun bisa membuat sistem operasi sendiri?

Barangkali anda tidak akan bisa melakukannya dengan Microsoft Windows. Kecuali bila anda adalah salah seorang developer perusahaan milik Bill Gates tersebut. Namun anda bisa melakukannya dengan Linux. Apa itu Linux?

Awalnya Linux hanyalah kernel hasil utak-atik source code Minix oleh Linus Torvald . Minix adalah klon Unix yang jalan di PC, yang didapatkan Linus karena disertakan pada buku Operating System karangan Andrew Tanenbaum. Hasil utak-atik mahasiswa Universitas Helsinki ini lalu di-publish di website universitas pada September 1981. Dari sinilah nama Linux muncul. Tak disangka banyak sekali tanggapan atas cikal-bakal Linux ini. Selanjutnya kernel Linux tersebut dikembangkan oleh programmer seluruh dunia hingga sekarang.

Karena Linux hanya berupa kernel yang berurusan dengan hardware, ia tak dapat digunakan secara langsung oleh user biasa yang tidak mengerti pemrograman. Lalu dari mana datangnya aplikasi Linux yang kita gunakan sekarang? Jawabannya adalah proyek GNU yang telah dirintis oleh Richard Stallman dengan Free Software Foundation-nya. Itulah sebabnya, Linux sering disebut dengan GNU/Linux.

Saat ini, banyak pihak telah membantu menyebarkan Linux dalam berbagai versi. Distribusi Linux atau lebih lazim disebut distro Linux ada banyak sekali. Yang sudah uzur antara lain: Debian, Redhat, dan Slackware. Banyak distro yang diturunkan dari distro dedengkot tersebut. Yang banyak dipakai oleh linuxer di Indonesia antara lain: Mandrake, Suse, Fedora, dan lain-lain. Ada lagi Trustix Merdeka, Winbi, Linux Sehat, Gentoo, Ubuntu, dan lain-lain.

Umumnya, distro-distro di atas harus diinstal ke hard disk di PC anda biar bisa dijalankan. Akan tetapi, saat ini mulai marak LiveCD Linux yang dipelopori oleh Knoppix. Turunan Debian yang terkenal sangat stabil ini memaketkan distronya hanya dalam satu CD yang bisa langsung dijalankan dari CD. Anda tinggal men-setting BIOS supaya PC di-boot dari CD. Masukkan CD-nya, dan sebuah dektop Linux pun tersaji di depan mata. Pengembangan LiveCD ini sudah mulai diikuti oleh MandrakeMove, SimplyMEPIS, SuseLive, dan lain-lain.

Distro ini terdiri dari kombinasi kernel, window manager, dan aplikasi yang dipaketkan. Tidak seperti sistem operasi lainnya, bagian dari sistem operasi Linux dapat dikembangkan secara terpisah. Hanya kernel Linux saja yang hampir sama di setiap distro. Bahkan anda dapat meracik distro anda sendiri. Berikut ini keterangan singkat tiap komponen yang anda perlukan untuk membuat distro sendiri:

Kernel adalah jantung dari sebuah sistem operasi. Kernel lah yang bertugas membagi resource hardware agar software yang diinginkan user dapat berjalan. Dengan kata lain, kernel lah yang selalu berhubungan langsung dengan hardware. Kernel Linux yang dikembangkan dibawah pengawasan Linus Torvalds saat ini masih berada di versi 2. Versi stabil biasa ditandai dengan angka genap pada versi minornya. Misalnya versi 2.4.2; sedangkan versi development ditandai dengan angka ganjil, misalnya versi 2.4.3; anda dapat mendownload kernel terbaru di www.kernel.org

GUI atau Graphical User Interface adalah hal yang cukup penting bagi user “awam” maupun expert. Dengan GUI, kernel Linux dan aplikasinya dapat tampil dengan ikon yang ciamik dan klak-klik mouse di sana-sini. Saat ini GUI Linux banyak ditangai oleh proyek Xfree86.

Selanjutnya, anda tinggal memilih window manager yang akan anda gunakan. Window manager adalah aplikasi yang akan mengatur bagaimana munculnya menu-menu di distro anda, desktop yang anda gunakan, dan window-window dari aplikasi yang sedang anda jalankan. Ada KDE yang sangat indah namun haus memory. Ada juga Gnome yang tak kalah cantik namun lebih enteng di sisi memori. Dan masih banyak lagi window manager lain yang ringan namun tak bisa diremehkan, seperti IceWM, BlackBox, Enlightenment, dan lain-lain.

Tak kalah pentingnya, sebuah distro harus beri aplikasi yang dibutuhkan sehari-hari. Open Office atau Kwrite untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, XMMS untuk memainkan mp3, dan Mplayer atau Xine untuk memutar video adalah aplikasi wajib. Bisa juga ditambahkan aplikasi pengolah gambar GIMP, Scribus untuk mngatur lay-out seperti Adobe PageMaker, dan development tools.

Jadilah distro racikan anda.