Di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia menurut Michael H. Hart, Muhammad adalah orang nomor satu. Sebab, pengaruhnya meliputi segala bidang. Dia adalah pemimpin agama sekaligus pemegang tampuk pemerintahan. Dia juga seorang panglima perang yang tangguh. Tapi, apa wahyu yang pertama diterimanya? Iqra’! Bacalah!


Saya suka membaca sejak saya bisa membaca. Saya membaca apa saja. Mulai dari cerita rakyat, novel, komik, cerpen, berita, dan buku-buku non-fiksi tentang apa saja. Tentu saja sebagian besar adalah bacaan yang menarik buat saya.


Saya tertarik dengan bacaan tentang Islam karena ia adalah agama yang seimbang. Agama yang menghargai akal. Agama yang tidak bertentangan dengan akal. Namun malah menganggap akal sebagai sarana mengolah informasi untuk memperoleh petunjuk dan hidup yang lebih baik.


Saya tertarik dengan bacaan tentang komputer karena saya bergelut di bidang ini. Era informasi telah mengubah banyak cara hidup orang. Saat ini, informasi adalah hal yang sangat berharga. Dan hampir tidak ada orang atau kantor yang bisa lepas dari komputer.


Saya tertarik dengan bacaan tentang politik karena di sinilah informasi dimanipulasi dan dipermainkan. Seorang penguasa bisa menetapkan apa yang bisa dibaca oleh rakyatnya, mana yang tidak. Golongan A dan B saling memanfaatkan informasi untuk kepentingan masing-masing.

Untuk memenuhi keinginan membaca, saya menempuh beberapa macam jalan. Saat mengenyam pendidikan dasar, saya sering berkunjung ke perpustakaan sekolah. Waktu menempuh Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya sempat menjadi anggota Klub Buku dari beberapa penerbit. Saya mendapatkan diskon yang lumayan dan kiriman katalog berkala.


Selepas SMP hingga kuliah, saya tidak hanya memanfaatkan perpustakaan sekolah atau kampus. Saya mulai merambah perpustakaan milik pemerintah kota (pemkot). Saya juga mulai berkenalan dengan internet dan komputer. Internet adalah gudang informasi tentang segala hal.

Bagi saya, membaca tidak melulu duduk di kursi dan memegang buku atau koran. Bukan hanya tulisan yang bisa dibaca. Tetapi juga peristiwa, pembicaraan, tingkah laku alam, dan sebagainya. Segala hal bisa dibaca. Membaca bagi saya adalah memasukkan informasi ke otak. Dari mana pun sumbernya. Membaca juga termasuk observasi dan pengamatan pada keadaan di sekeliling kita.


Dari membaca, muncullah keinginan untuk menulis. Sebab, dari membaca saya mendapatkan informasi. Informasi tersebut saya olah di dalam kepala dengan informasi yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membentuk gagasan baru dalam benak saya. Gagasan tersebut ingin saya sampaikan kepada orang-orang.


Saya tidak ingin menjadi manusia yang hanya membicarakan orang lain. Apalagi membicarakan keburukan orang lain. Padahal diri kita belum tentu lebih baik dari orang lain. Saya juga tidak ingin menjadi orang yang hanya membicarakan peristiwa. Padahal selalu ada makna dan otak yang bekerja di balik setiap peristiwa.


Saya ingin menjadi orang yang membicarakan pemikiran. Membicarakan gagasan. Tidak hanya membahas keburukan orang lain dan peristiwa yang terjadi. Tapi saya ingin menangkap makna di balik itu. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Mengolahnya. Lalu membentuk gagasan saya dan menyampaikannya kepada orang lain. Saya ingin membagi ide-ide saya.


Generasi muda harus selalu lebih baik dari generasi yang lebih tua. Sebab kemajuan atau kesuksesan berarti hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Saya ingin membuat perubahan dengan gagasan-gagasan saya. Dan saya memilih media tulisan untuk menyampaikannya.


Jika saya tidak bisa mengubah dunia, setidaknya ada perubahan kecil di benak pembaca tulisan saya.