Belum lama ini umat Islam dikejutkan dengan berita adanya pelecehan terhadap Alquran, kitab sucinya. Pelecehan tersebut dilakukan oleh tentara Amerika di Guantanamo, Kuba. Apakah anda sudah mendengar beritanya? Lalu apa reaksi anda? Apakah anda merasa sakit hati? Apakah anda melihat reaksi kebanyakan umat Islam dalam peristiwa ini?

Jika anda merasa sakit hati, berarti anda masih mencintai Alquran. Akan tetapi mari kita lihat peristiwa tersebut dari sisi yang lain.

Sebenarnya peristiwa pelecehan tersebut ada gunanya juga. Peristiwa tersebut merupakan pukulan telak yang dapat mengingatkan kita. Pantaskah kita mengaku mencintai Alquran? Coba kita lihat diri kita masing-masing. Selama ini sebenarnya seberapa besar kedekatan kita dengan Alquran? Seberapa besar kepedulian kita kepada Alquran? Berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk Alquran setiap harinya? Lalu, apakah kita sudah memahami dan mengamalkan Alquran?

Silahkan dijawab dengan jujur. Apakah anda sudah bisa membaca Alquran? Bersyukurlah bila anda masih berusaha belajar untuk dapat membaca Alquran dengan benar. Selanjutnya, berapa menit dari 24 jam yang anda miliki yang anda sediakan untuk itu? Sudahkah anda menyediakan waktu untuk belajar membaca Alquran? Renungkanlah salah satu firman Alloh berikut ini:

Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

(Al-Muzzammil, 73 : 4-6)

Bersyukurlah jika anda sudah bisa membaca Alquran dengan lancar. Akan tetapi, sudahkah anda meluangkan waktu untuk membacanya secara rutin? Alloh lebih menyukai amalan yang sedikit tetapi rutin, daripada amalan yang banyak tetapi hanya kadang-kadang saja. Kenapa? Karena kontinuitas adalah hal yang sangat penting untuk menjaga diri. Menjaga kualitas diri supaya terhindar dari kenistaan. Mungkin mudah sekali meluangkan beberapa menit untuk membaca beberapa ayat dari Al-Quran. Namun demikian, menjadi hal yang sulit untuk konsisten melakukan-nya setiap hari. Jangan pula khawatir, karena melakukannya setiap hari pun bukanlah hal yang mustahil.

Bersyukurlah jika anda sudah membaca Alquran secara rutin setiap hari. Tetapi, apakah anda sudah memahaminya? Berapa banyak waktu yang anda luangkan untuk memahami Alquran? Sudahkah anda berusaha mengetahui arti ayat-ayat yang anda baca? Misalnya dengan membaca terjemahnya atau bertanya kepada orang yang anda anggap tahu? Berapa banyak waktu yang anda luangkan untuk mengetahui arti dari ayat yang anda baca?

Bersyukurlah jika anda sudah membaca Alquran secara rutin dan berusaha mengetahui artinya. Lalu, apakah anda merasa cukup sampai di situ saja? Sudahkah anda membaca tafsirnya? Sudahkah anda menjamah karya Ibnu Katsir, al-Qurthuby, al-Razi, Tafsir Jalalain, al-Maraghi, atau Quraisy Shihab? Anda tidak harus membeli kitab atau bukunya untuk membacanya. Anda bisa meminjamnya dari teman atau sahabat atau ustadz anda. Anda juga bisa mencarinya di perpustakaan. Anda juga bisa melihat tayangan yang membahas tafsir di televisi.


Mengapa masih perlu membaca tafsirnya? Bukankah sudah bisa diamalkan dengan mengetahui terjemahnya saja? Saudaraku, samudera ilmu dari kalam Alloh sangat luas. Bahkan, kandungannya tidak akan habis walaupun seluruh umat Islam yang ada mengarang tafsirnya sendiri. Anda dapat menemukan segala aspek kehidupan di dalamnya. Teknologi, hukum, sosiologi, geografi, ekonomi, biologi, sejarah, dan lain sebagainya. Dan Alquran memang dimaksudkan sebagai petunjuk global (secara umum). Anda harus menafsirkannya dengan bantuan sunnah Rasulullah saw dan para pengarang kitab tafsir untuk mendapatkan petunjuk yang terperinci dalam mengarungi kehidupan di dunia.

Kemudian Asbab Nuzul. Apakah anda sudah mempelajarinya? Yakni sebab-sebab turunnya suatu ayat. Ini diperlukan untuk mengetahui latar belakang diturunkannya ayat-ayat Alquran. Jika anda memahaminya, ini akan membantu anda dalam memahami kandungan ayat yang diturunkan.

Pengetahuan tentang bahasa Arab juga penting. Meskipun anda bisa memahami Alquran melalui terjemahan dan buku tafsir, anda akan merasakan manfaat lebih ketika anda memahami bahasa Alquran. Sebab, ada makna yang tidak memiliki terjemahan yang persis dengan makna yang dimaksudkan oleh bahasa aslinya. Selain itu, anda akan menemukan keindahan tiada tara ketika anda memahaminya dalam bahasa aslinya. Anda menyukai keindahan bukan?

Umar bin Khattab r.a pernah berkata, “Pelajarilah bahasa Arab, karena ia merupakan bagian dari agamamu.” Nah, sudahkah anda meluangkan waktu untuk mempelajari bahasa Arab?

Bersyukurlah jika anda sudah memahami Alquran dengan lebih baik. Lalu, apakah anda sudah mengamalkan apa yang sudah anda fahami? Ataukah pemahaman yang anda peroleh sudah membuat anda puas? Sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah. Apakah anda tidak ingin menghasilkan buah dari pemahaman anda?

Apakah anda sudah meluangkan waktu untuk menghafalnya? Ketahuilah saudaraku, dengan menghafalnya, anda akan memiliki kekuatan ruhiyah yang tinggi, yang dapat membantu dalam mengatasi dan menghadapi berbagai persoalan hidup. Seseorang yang menghafal Alquran akan tampak lebih dewasa dalam menyikapi apa yang menimpanya. Sebab interaksi dengan Alquran adalah interaksi ruhani.

Seseorang yang memiliki hafalan Quran akan memiliki tingkatan ruhiyah yang melompat, jauh lebih tinggi daripada yang tidak memiliki hafalan. Rasulullah Saw bersabda: “Seseorang yang tidak memiliki sedikitpun hafalan Quran di dadanya, maka seperti rumah yang hampir roboh.”

(Riwayat Tirmidzi, beliau berkata hadits ini hasan sahih)

Anda tidak harus melakukan semua hal di atas. Alloh tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Untuk mengakhiri tulisan ini, mari kita renungkan masih pantaskah kita mengaku mencintai Alquran? Bagaimana interaksi atau pergaulan kita dengan Alquran setiap harinya? Jawablah dengan tindakan, dengan perbuatan.

Dan jika anda sudah memiliki ilmu dan pemahaman yang cukup tentang Alquran, sudahkah anda mengajarkannya? Dari Usman bin ‘Affan r.a telah berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik manusia diantara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari) Sudahkah anda peduli pada nasib generasi penerus umat ini? Sudahkah anda membantu mempersiapkan tentara-tentara Islam yang mencintai Alquran dan Alquran pun mencintai mereka? Jawablah dengan tindakan, dengan perbuatan.