Tulisan ini adalah hasil dari perdebatan dan diskusi saya dengan sahabat saya, OctaNH (mahasiswa tingkat akhir Kajian Media dan Film, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta-FFTV IKJ). Saya tidak bisa memungkiri bahwa kebanyakan pemikiran yang saya tulis sudah terpengaruhi (secara positif) dengan bagaimana caranya memahami sesuatu. Menulis tentang IT dengan tidak melihatnya hanya dari sudut pandang teknologi—tapi juga budaya, media, film, seni, filsafat, bahkan ideologi—membuat IT menjadi lebih manusiawi,  lebih luas,  dan lebih menarik.

 

Keyword: profesional, amatir, bisnis, blog, open source

Dua tahun yang lalu sahabat saya, Octa berbincang dengan seorang penulis melalui telepon. Teman penulis saya ini sudah menulis beberapa buku dan dia mengatakan bahwa dirinya adalah penulis profesional. Saya sudah lupa bagaimana detail pembicaraan itu (menurut cerita Octa), tapi pada akhirnya Octa mengatakan bahwa dia juga suka menulis. Tapi dia tidak memaksa dirinya untuk menulis. Dia hanya menulis di saat dia ingin menulis. Dia perlu untuk melihat tujuan akhir setiap tulisannya. Dia tidak akan menulis hanya untuk memenuhi deadline, atau hanya asal ada tulisan saja. Kemudian teman penulis saya itu berkata, “Oh, pantes…. Kamu masih amatir sih.”

Amatir dan Profesional: Akar Kata, Penggunaan, dan Pemaknaan

Hal terpenting yang harus dipelajari oleh dunia bisnis adalah fakta bahwa seseorang bekerja lebih keras ketika mengerjakan sesuatu yang mereka senangi. Fakta ini memang bukan berita baru. Mereka bukan tidak mengetahui hal ini, namun sistem bisnis mereka yang menunjukkan kalau mereka tidak mempedulikannya.

Dunia bisnis masih mengacu pada model yang lebih kuno dan konservatif yang dapat disederhanakan dengan kata Perancis untuk bekerja: travailler. Kata ini memiliki padanan dalam bahasa Inggris, travail, yang berarti torture (menyiksa, menyakitkan). Namun kata untuk bekerja yang sekarang dipakai adalah work.

Ketika masyarakat semakin mapan, mereka mempelajari sesuatu berkaitan dengan bekerja dan ini sangat mirip dengan apa yang mereka pelajari tentang diet. Saat ini, kita tahu bahwa makanan yang paling sehat adalah apa yang biasa dimakan oleh leluhur petani kita karena mereka miskin. Mereka hanya memakan apa yang mereka tanam. Bahkan, mereka yang tinggal di desa masih ada yang seperti itu sampai sekarang dan lebih sehat daripada kita yang tinggal di kota. Sebagaimana makanan yang kaya gizi dan serat, waktu senggang hanya terasa dibutuhkan ketika kita tidak mendapatkannya secara cukup. Kita memang didesain untuk bekerja, sebagaimana kita telah didesain untuk memakan serat dengan jumlah tertentu. Tubuh kita akan menjadi kurang sehat bila kita kurang mengkonsumsi serat.

Ada sebuah kata yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengerjakan sesuatu karena mencintai apa yang dikerjakannya, yaitu: amateur. Kata ini sekarang memiliki konotasi yang buruk karena kita melupakan akar katanya. Amatir yang kita pahami sekarang adalah sebuah ungkapan yang ditujukan untuk orang-orang yang mengerjakan sesuatu hanya untuk kesenangannya sendiri, tidak profesional, moody, dan tidak banyak menghasilkan uang dari apa yang dikerjakannya. Padahal, kata amatir pada awalnya lebih merupakan kata pujian untuk seseorang yang mengerjakan sesuatu untuk kesempurnaan apa yang dikerjakannya tanpa mengharapkan uang. Seorang amatir pastilah seseorang yang mapan secara ekonomi dan sangat mahir dalam keahliannya.

Oleh karena itu dunia bisnis sangat terkejut dengan sebuah pelajaran dari dunia open source: bahwa orang yang bekerja karena mencintai pekerjaannya seringkali lebih bagus hasil kerjanya dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan niat mencari uang. Para pengguna tidak beralih dari Internet Explorer ke Firefox karena mereka ingin mengutak-atik kode programnya. Namun, lebih karena Firefox memang browser yang lebih baik.

Microsoft bukannya tidak berusaha membuat browser yang lebih baik. Mereka tahu bahwa menguasai pasar browser akan mengukuhkan monopoli mereka. Hanya saja, mereka tidak cukup mampu menemukan orang yang akan bekerja lebih baik dibandingkan sekelompok hacker terinspirasi, yang akan mengembangkan browser tanpa minta dibayar.

Profesionalisme pun tampaknya hampir selalu dipandang secara berlebihan (overesimate), tidak hanya karena pengertian definitifnya bekerja untuk uang, namun juga beberapa konotasi seperti formalitas dan dikesampingkannya emosi. Sebagaimana terlihat pada tahun 1970, profesionalime lebih merupakan dorongan fashion yang muncul pada era industrialisasi saat itu.

Salah satu hal yang paling berpengaruh saat itu adalah adanya jalur distribusi atau komunikasi yang diistilahkan sebagai channel. Istilah ini digunakan baik dalam konteks penyebaran produk maupun penyebaran informasi. Ada jalur distribusi dan ada saluran televisi dan radio.

Sempit dan terbatasnya suatu jalur menyebabkan seorang profesional tampak begitu unggul dibandingkan para amatir. Misalnya, hanya ada sedikit lowongan pekerjaan sebagai jurnalis profesional. Sehingga persaingan yang ada menyebabkan rata-rata wartawan dianggap cukup baik kualitasnya. Sementara pada sisi amatir, setiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya mengenai suatu kejadian di mana saja. Akan tetapi, ungkapan pendapat seseorang yang sedang ngobrol di warung kopi dianggap seperti kata-kata orang bodoh bila dibandingkan dengan seorang wartawan yang menulis tentang masalah yang sama.

Di internet, penghalang untuk mengemukakan ide jauh lebih rendah. Anda bebas berbicara mengenai apa saja tanpa harus takut dianggap bodoh, bahkan anak kecil pun bisa menulis di web. Jutaan orang menulis di web. Dan seperti yang kita duga, sebagian besar tidak begitu bagus. Hal ini menyebabkan beberapa media mengganggap blog tidak menimbulkan ancaman apapun melainkan hanya pekerjaan orang iseng demi kesenangan sendiri.

 

Blog dan Open Source: “Amatir”?

Saat ini, banyak perusahaan telah memberikan perhatian lebih kepada sistem open source. Sepuluh tahun yang lalu seolah terlihat bahwa Microsoft akan memonopoli pasar server. Akan tetapi, open source telah mencegah terjadinya hal tersebut. Survey terbaru menunjukkan bahwa 52% perusahaan sedang mengganti server Windows mereka dengan Linux server.

Saat ini, seseorang yang berencana untuk menggunakan server Windows  (dan meyakini kalau itu adalah server terbaik) harus memberikan penjelasan memuaskan tentang apa yang mereka lebih ketahui daripada Google, Yahoo dan Amazon ketahui tentang server. Sebab, Google, Yahoo, dan Amazon menggunakan Linux sebagai mesin server mereka.

Namun hal terbesar yang harus dipelajari dunia bisnis dari dunia open source bukanlah mengenai Linux atau Firefox, namun tentang kekuatan yang ada dibalik lahir dan berkembangnya Linux dan Firefox sebagai produk open source. Kekuatan tersebut lebih berpengaruh dibandingkan aplikasi apa yang Anda gunakan.

Kita dapat menemukan kejelasan mengenai kekuatan tersebut dengan membandingkan open source dan blogging. Blog berasal dari kata web log yang berarti catatan di web. Blog biasanya berupa catatan pribadi seseorang mengenai hal apapun yang diletakkan di web, baik melalui layanan khusus blog maupun dalam bentuk situs pribadi biasa. Sebagaimana yang telah Anda duga, keduanya meiliki banyak kemiripan.

Bagian 1 Bagian 2 Bagian 3 Bagian 4