Aktivitas sehari-hari dalam pekerjaan kita di BPS tak lepas dari teknologi komputer. Namun tidak jarang pula, teknologi yang diciptakan untuk memudahkan itu justru malah menyusahkan. Salah satunya saya alami ketika mengikuti pelatihan Instruktur Daerah Sensus Penduduk 2010 di Hotel Delta Makassar. Masalah muncul ketika layar viewer/proyektor tidak menampilkan gambar sama sekali. Padahal ada materi dari Instruktur Nasional (Innas) yang ada di slide dan tidak ada di buku pedoman.

Rekan-rekan se-Kabupaten menyarankan saya untuk turun tangan membantu. Lalu saya mulai melakukan diagnosa. Kabel dari Laptop milik Innas ke LCD projector/viewer sudah baik dan sesuai. Lalu saya coba menekan tombol kombinasi standar untuk mengaktifkan layar viewer (Fn + Fx), namun tidak ada perubahan pada layar viewer. Karena laptop tersebut menggunakan sistem operasi Windows XP, maka saya lanjutkan dengan memeriksa Display Properties dari Control Panel.

Ternyata Tab Setting pada Display Properties tidak menampilkan tipe Adapter Grafis1 yang digunakan. Artinya driver VGA-nya belum terinstal. Lalu saya sampaikan kepada Innas yang mengajar, bahwa saya memerlukan CD driver2 yang diperoleh ketika membeli laptop tersebut.

Masalah belum selesai ketika saya menerima CD driver dimaksud seusai pelatihan hari pertama. Ternyata hanya tersedia driver VGA untuk sistem operasi Windows 7 atau Vista yang lebih baru dari Windows XP. Karena saya tidak melihat logo Windows di laptop, asumsi saya Windows XP yang terinstal adalah bajakan. Dan pihak penjual laptop sepertinya menyerahkan tanggung jawab mengenai instalasi driver kepada pembeli.

Terbayang kembali betapa mudahnya seandainya tersedia Linux-LiveCD. Tinggal restart laptop, mulai boot3 dari Linux LiveCD tersebut. Lalu, setelah beberapa proses pengenalan perangkat keras otomatis, laptop pun siap digunakan untuk aktivitas apa saja. Telah tersedia berbagai aplikasi dasar untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk menampilkan slide. Dukungan untuk format Powerpoint 2007 pun telah tersedia.

Solusi akhir tercepat yang bisa saya lakukan adalah mengambil driver VGA untuk laptop tersebut yang diperuntukkan bagi sistem operasi Windows XP pada malam harinya. Dengan demikian, laptop tersebut bisa menampilkan presentasi di layar untuk empat hari pelatihan berikutnya.

Ada dua hal yang ingin saya garisbawahi. Fleksibilitas dan kemudahan. Sepertinya produsen perangkat keras mengharuskan kita memakai sistem operasi tipe tertentu dengan hanya menyediakan driver untuk sistem operasi tipe tertentu saja. Hal ini sama sekali tidak fleksibel. Ibarat membeli handphone harus membeli juga kartu dari operator tertentu. Dengan keadaan tersebut, perangkat keras (laptop) tidak bisa digunakan sesuai harapan. Artinya teknologi yang seharusnya memudahkan, malah menyusahkan.

Sementara itu, ada sistem open source yang menawarkan fleksibilitas dan kemudahan. Tidak ada batasan apapun dalam sistem open source. Anda bebas menggunakan dan menyebarluaskannya (menggandakannya) kepada siapa saja tanpa terikat biaya lisensi. Kemudahan pada sistem open source adalah pengenalan perangkat keras (hardware) secara otomatis yang semakin baik. Setelah diinstal, tidak perlu lagi instalasi driver (kecuali pada kasus sangat khusus). Setelah diinstal, sudah dilengkapi pula dengan aplikasi produktivitas sehari-hari untuk mengetik, mengolah dokumen, presentasi, dan lembar kerja (spreadsheet).

Ada pula sistem LinuxLiveCD yang mampu menjalankan komputer dengan baik langsung dari media CD tanpa perlu instalasi apapun. Tidak diperlukan juga instalasi antivirus karena jauh lebih sulit membuat kode program merugikan pada sistem open source. Saya harus kembali mengingat pepatah sedia payung sebelum hujan dan selalu membaca LinuxLiveCD kemana pun saya pergi.

So, mengapa masih menunda untuk memanfaatkan sistem open source? Apalagi pemerintah juga sudah mencanangkan program Indonesia Go Open Source yang menargetkan penggunaan sistem open source di seluruh instansi pemerintah pada 2011. Saya telah menyusun sebuah website yang merangkum berbagai hal mengenai pemanfaatan open source software di BPS. Silahkan berkunjung ke http://www.bgos.web.id yang bertajuk “Statisticians Go Open Source”.

 

1 Video Graphics Adapter, chip yang mengontrol tampilan layar komputer

2 Perangkat lunak/software yang memungkinkan perangkat keras bekerja dengan baik pada sistem operasi komputer.

3 Proses menyalakan komputer, sejak menekan tombol power, hingga siap digunakan.