Mungkin ada di antara Temans yang akan bertanya: Kenapa harus belajar teori/filosofi? Karena dengan berbekal teori, Temans dapat mengembangkan solusi yang scalable. Artinya dapat dikembangkan ke persoalan yang lebih kompleks. Contoh, untuk gedung dua lantai saya kira lulusan SD masih sanggup. Tapi bagaimana kalau ingin membangun apartemen dengan puluhan atau ratusan lantai?

Pekerjaan Web Developer dan Web Designer seharusnya dikerjakan oleh dua (atau lebih) orang yang berbeda. Namun dengan banyaknya tools yang mudah digunakan (misalnya Content Management System seperti WordPress, Joomla, Drupal) dan melimpahnya template/themes dan script siap pakai di internet, pekerjaan membuat web hampir dapat dilakukan oleh siapa saja. Tinggal kekuatan ide saja yang bisa membedakan kualitas mereka.

Dua hal penting dalam mengembangkan halaman web adalah kemampuan teknis dan pemahaman mengenai konsep-konsep desain. Nah, pengetahuan teknis seperti html, php, css, dan java script atau ajax saya kira sudah banyak dibahas di padepokan lain. Saya ingin membahas yang belum banyak dibahas saja.

Pengantar Pemilihan Warna

Apa yang harus diperhatikan ketika memilih dan memadu padankan warna dalam desain web? Tantangan seorang web designer adalah memilih paduan warna yang enak dilihat dan tidak menyakitkan mata. Hasilnya adalah pengunjung yang betah melihat-lihat website yang Temans buat. Roda warna adalah metode yang umum dipakai oleh para desainer.

Mari kita lihat dulu apa itu roda warna (wheel of colour). Oh ya, sebelumnya saya ingatkan, untuk pembuatan publikasi digital gunakan tools dengan sistem warna RGB (Red, Green, Blue). Karena sistem warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key/Black) digunakan dalam pembuatan publikasi yang dicetak. Kalau Temans ada yang punya printer dengan tinta empat warna, dapat dipastikan bahwa keempat warna tersebut adalah CMYK. Bukan RGB. Tenang saja, biasanya ada fitur konversi dari RGB ke CMYK dan sebaliknya.

OK, mari kita lanjutkan. Alkisah, roda warna berbasis RGB ini kabarnya pertama kali dikembangkan oleh Sir Isaac Newton pada 1666. Setelahnya, banyak ilmuwan dan seniman yang mempelajari dan mengembangkan berbagai variasi dari konsep ini.

Wheel of Colour / Roda Warna

Roda warna ini terdiri dari warna dasar merah, kuning, dan biru (warna primer); kemudian ditambah dengan campuran antar warna dasar tersebut, yaitu warna ungu (merah dicampur biru), oranye (merah dicampur kuning), dan hijau (kuning dicampur biru). Ketiga warna tersebut biasa disebut warna sekunder. Lalu ditambah lagi dengan warna tersier, yaitu campuran antara warna primer dan warna sekunder. Dan seterusnya sampai sebanyak yang Temans mau.

Variasi Roda Warna

Lalu bagaimana menggunakan roda warna?

Ada berbagai cara dalam menentukan Color Scheme dengan Roda Warna. Beberapa di antaranya adalah:

1. Triadic: pilih salah satu warna sebagai pijakan awal. Kemudian tarik tiga garis yang membentuk segitiga sama sisi. Nah, Temans akan otomatis mendapatkan tiga warna yang serasi.

2. Compound atau Tetrad: Temans pilih dua warna dan tarik garis lurus untuk mendapatkan dua warna lain yang beroposisi. Nah, Temans otomatis mendapatkan 4 warna yang dipastikan menciptakan harmoni bagi mata yang memandang.

3. Analogue: Memilih beberapa warna pada area yang berdekatan dalam roda warna. Temans harus memperhatikan kontras kedalaman warna-warna tersebut.

Terlihat sulit? Nah, berikut ini ada 2 alat untuk membantu Temans dalam menentukan color scheme.

1. Color Sheme Designer

2. Adobe Kuler

Sebagai penutup, saya mengajak Temans untuk ikut dalam gerakan Beat Apple!

Apple sering dianggap sebagai contoh terbaik dalam persoalan desain. Berbekal sedikit pengetahuan ini, mari kita bersemangat untuk mengalahkan Apple. Karena mengalahkan Apple adalah cara terbaik untuk menghormati Steve Jobs. Don’t live Apple’s life! Setidaknya  Matt Assay (former Ubuntu COO) sependapat dengan saya dalam hal ini.

Saya kira cukup dulu untuk sementara. Karena tulisan ini hanya dimaksudkan sebagai pengantar/perkenalan saja. Buat yang kepingin mempelajari lebih lanjut silahkan klik referensi di bawah. Selamat mendalami dunia desain…!

 

Referensi lebih lanjut:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Color_wheel
  2. http://webdesign.tutsplus.com/sessions/web-design-theory/
  3. http://www.colormatters.com/color-and-design/basic-color-theory
  4. http://webdesign.tutsplus.com/articles/design-theory/an-introduction-to-color-theory-for-web-designers/