Pada suatu masa yang sudah lama kita ketahui, (baca: saat ini), trend pengguna browser mengarah ke chromium-based. Simpel, cepat, dan mudah digunakan. Itulah keunggulannya dibanding dua kompetitor utamanya, yaitu Internet Explorer dan Firefox. Nah, saat ini saya menggunakan Rockmelt (social browser based on Chromium) sebagai browser utama. Sebagaimana Rockmelt, chrome besutan Google juga dikembangkan dari Chromium Open Source Project.

Namun saya masih belum bisa say goodbye to firefox. Ya, pihak Mozilla pun sudah menerapkan genderang perang terhadap popularitas Chrome. Firefox sekarang memiliki siklus rilis yang lebih pendek, setiap 6 pekan. Saat ini versi terbaru adalah Firefox 12. Akan rilis pada 4 Juni 2012 adalah Firefox 13. Saat tulisan ini dipublish, ternyata udah pakai Firefox 14.

Salah satu faktor yang menentukan laris (baca: dipakai banyak orang) tidaknya suatu software adalah ekstensibility. Atau kemampuan untuk ditambah fitur baru dengan mudah. Biasanya diterapkan dengan menyediakan fasilitas instalasi fungsi tambahan. Ada yang disebut modul (Drupal), plugin (WordPress), add-on/extension (Firefox). Kali ini yang saya bahas adalah Add On (Extension) di Firefox.

Kita sudahi basa-basi. Berikut ini adalah lima Add-On yang membuat saya masih berstatus Firefox user. Mengapa? Karena saya belum menemukan pengganti yang sepadan dengan fungsionalitas Add-On berikut ini di Chromium-based browsers.

1. Downthemall

Link: https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/downthemall/

Para Leechers tentu sudah mafhum dengan add-on yang satu ini. Ia adalah The first and only download manager/accelerator built inside Firefox. Beberapa fiturnya antara lain: bisa menerapkan rule untuk penamaan file yang di-download, berapa segment/part per server, dan yang paling saya suka adalah kita bisa batasi bandwith yang digunakan. Jadi, misalnya kita punya bandwith total 100 KB/s, kita bisa atur agar Downthemall hanya memakai 50 KB/s saja. Sehingga sisa bandwith 50 KB/s bisa digunakan untuk yang lain (misalnya, email dan browsing).

2. Tree style tab

Link:  https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/tree-style-tab/

Ini sangat berguna klo kita (dan juga saya) banyak membuka tab secara bersamaan. Tab akan di-list dalam bentuk tree. Sehingga mudah mencari tab mana yang akan dibuka. Tanpa perlu scrolling. Add-On ini sudah jarang saya pakai sekarang ini.

treetab

 3. Video Download Helper

Link: https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/video-downloadhelper/

Klo yang satu ini sangat berguna. Kita bisa download video dari penyedia layanan streaming mana pun. Yang paling populer tentu saja YouTube. Cukup buka video Youtube yang ingin didownload, tunggu sebentar, dan klik pada ikon dwhelper untuk mendownloadnya. Klo videonya berukuran besar, bisa dipadukan dengan Downthemall untuk mendownloadnya. Add on ini juga bisa untuk mendownload picture gallery.

4. Omnibar

Link: https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/omnibar/

Klo yang ini, memungkinkan kita melakukan search langsung pada address bar, seperti pada browser Chromium-based.

5. Sidebar All in One

Link: https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/all-in-one-sidebar/

Klo yang ini membantu saya menghilangkan window Download yang biasa terbuka otomatis klo kita mendownload dengan download manager bawaan Firefox. Tapi klo fitur ini dimatikan, repot juga harus membuka window baru klo mau mengecek apa yang sudah didownload. Nah, dengan add on ini, window download menjadi sidebar yang bisa dibuka atau ditutup kapan kita mau. Selain window Download, di sidebar ini kita juga bisa mengatur instalasi add on dan themes.

AiOS

Ohya, satu lagi, ada fitur Add on Sync sejak Firefox versi 12. Jadi klo kita udah aktifkan fitur Sync, misalnya kita pindah komputer, atau baru instal OS, setelah kita instal Firefox, tinggal login ke fitur Sync, maka semua addon akan disinkronisasi dengan versi terbaru.

Bagaimana dengan pengalaman Temans?