Tanpa berpanjang lebar, berikut ini adalah program kerja saya dalam pemberantasan korupsi setelah dilantik sebagai Ketua KPK:

juri1

A. Tindakan Preventif:

  • Terus-menerus menyadarkan dan memberdayakan masyarakat sebagai pressure penegakan pemberantasan korupsi. Sampai pada titik di mana kepedulian masyarakat tidak bisa diremehkan. Sehingga pejabat pemerintah sadar bahwa kinerjanya korup atau tidak akan selalu diawasi secara ketat oleh rakyat sebagai pengawal KPK.
  • Merangkul semua pejabat yang terkait dengan KPK (Mahkamah Agung, Kejaksaan, TNI/Polri, dll) agar peduli dan memberikan contoh yang baik dalam pemberantasan korupsi sesuai undang-undang yang berlaku.
  • Menanamkan pada generasi muda, bahwa:
 

 B. Tindakan Kuratif:

  • Untuk yang sudah akut penyakit korupsinya, dan mencapai nilai 1 triliun rupiah ke atas, dihukum mati. Sehingga menimbulkan efek jera.
  • Mengembalikan dana hasil korupsinya atau semua asetnya disita senilai hasil korupsinya.
  • Bagi terdakwa kasus korupsi yang tidak bisa mengembalikan hasil korupsinya ke negara, harus menjalani program kerja sosial. Misalnya, mereka ditempatkan di Papua, menjadi kuli untuk membangun sekolah atau mengaspal jalan tanpa digaji. Hanya disediakan makan dan tempat tinggal selayaknya kuli. Supaya merasakan sulitnya mencari uang. Lamanya program kerja sosial ini disesuaikan dengan nilai korupsinya. Misalnya gaji kuli 2 juta sebulan. Maka untuk korupsi 1 Milyar, secara matematis harus menjalani kerja sosial selama 40 tahun.

Terakhir, karena batasan 1500 karakter, maka program pemberantasan korupsi yang belum saya sebutkan, akan diatur kemudian.

 Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Andai Aku Menjadi Ketua KPK. Jika menyukai tulisan ini, silahkan kunjungi link ini. Jangan lupa kasih medali (rating) di sana ya! 🙂