Selamat pagi, siang, sore, dan malam. (Sesuaikan dengan kapan Anda membaca tulisan ini.)

Baiklah temans. Sekarang ini era tanpa kabel. Apa-apa maunya wireless. Termasuk modem speedy yang saya gunakan di rumah pun sekarang juga sudah memasuki era wireless. Buat temans yang sudah memakai modem wireless, saya ucapkan “Welcome aboard!”. Untuk temans yang masih menggunakan modem berkabel (wired) maupun tanpa kabel (wireless), saya ucapkan selamat menikmati.

Kenapa Modem Wifi

Demi penyederhanaan, kita gunakan saja keyword modem wifi. Ketika berencana beralih ke modem wifi, saya pun mencari informasi. Ketemulah merk Dlink DSL B2640 ini. Dengan kriteria mampu menyiarkan sinyal wifi di area rumah dan sesuai dengan kedalaman kocek yang akan dirogoh. Modem ini saya beli seharga 290.000 rupiah. Berikut ini foto box-nya.

 

Ohya, sesuai judul sub-artikel di atas, saya beralih ke modem wifi dengan tujuan menghilangkan kerepotan kabel LAN di rumah. Karena setiap kali harus menancapkan kabel LAN ke laptop. Padahal laptop sudah punya fitur wireless. Dan kami tidak bermaksud menggunakan PC lagi. Hanya laptop dan gadget-gadget yang direncakan ada. Dan semuanya sudah mendukung wifi. Jadi, tinggal menunggu budget saja. Bonus tambahan, dengan hilangnya kabel LAN, rumah juga jadi tampak lebih bersih.

Instalasi

 

Ini dia penampakannya. Ada lampu power, 4 lampu LAN, lampu wireless LAN, lampu DSL, dan lampu Internet di bagian depan. Ohya, port LAN masih diperlukan untuk melakukan setting wireless LAN. Dlink pun berbaik hati menyediakan 4 port LAN.

Nah, ini dia penampang belakangnya. Colokkan kabel dari telepon ke port yang berwarna merah, kabel power pada port/lubang yang ada tulisan power di bawahnya, dan kabel LAN ke salah satu port yang kuning. Nyalakan modem dengan menekan tombol power. Sambungkan ujung kabel LAN yang lain ke PC/Laptop. Berikutnya buka alamat 192.168.1.1 di browser pilihan. Kali ini saya menggunakan Google Chrome.

Akan muncul tampilan ini. Masukkan username: admin dan password: admin. Ini adalah akun defaultnya, nanti bisa diganti passwordnya bila dirasa perlu.

Berikutnya, akan muncul pemberitahuan 4 step konfigurasi. Kita skip saja langsung ke Step 3.

Pada Step 3, pilih Country Indonesia. Kemudian, jika temans menggunakan Telkom Speedy seperti saya, pilih salah satu dari empat setting VPI/VCI yang sesuai. Ini semacam pembagian area Speedy. Karena lokasi saya di Makassar, saya menggunakan yang paling bawah, 8/81. Mungkin temans yang di daerah barat Indonesia settingnya lain. Klo bingung, coba aja satu per satu. Cuma empat kok.  :die:

Berikutnya, masukkan user name dan password speedy-nya. Username speedy berupa 12 angka ditambah akhiran @telkom.net,biasanya merupakan alamat IP Anda. Catat nomor ini. Nomor speedy ini banyak manfaatnya. Pertama, bisa digunakan untuk mendaftar di toko musik digital melon.co.id, gratis bulan pertama, selanjutnya 4.900 rupiah per bulan. Kedua, bisa digunakan untuk mendaftar UseeTV, layanan TV streaming dari Telkom. Gratis paket Basic, konten premium mulai 10.000 rupiah. Ketiga, bisa digunakan untuk mengakses Hot Spot milik Telkom Speedy. Gratis.

Berikutnya, tentukan nama (SSID) untuk jaringan wifinya. Sekalian dengan passwordnya. Supaya tidak bisa diakses sembarang orang.

Step terakhir adalah konfirmasi. Bila sudah OK dengan setting-nya, klik restart. Setelah itu modem akan reboot. Setelah modem menyala kembali, modem sudah siap bertugas sebagai modem tanpa kabel. Bila settingannya benar, tentunya.  8)

Pengalaman Penggunaan

Selama sekitar tiga bulan pemakaian, kinerjanya cukup bagus. Sinyal cukup stabil. Tentu saja, sesuai efek Doppler, makin jauh dari modem, sinyal makin kecil.

Nilai Plus dari modem ini adalah penyederhanaan setting VPI/VCI, yang tinggal memilih satu dari empat pilihan. Alias pilihan ganda. Klo gak tembus tinggal coba yang lain. Paling apes empat kali ngulang. Soalnya di modem berkabel yang saya pakai sebelumnya, angka VPI/VCI ini harus diinput manual (baca: essay). Mau dikira-kira berhari-hari juga nggak bakal konek internetnya klo nggak pas. Waktu ganti modem berkabel baru karena yang lama kena petir, solusinya adalah panggil teknisi Telkom. Hanya karena gak hapal angka VPI/VCI itu.

Nilai Minus dari modem ini adalah saya sudah 3 kali reset factory setting. Karena tiba-tiba wifinya tidak jalan. Jika temans juga menggunakan modem ini, berikut ini caranya:

1. Masuk ke alamat 192.168.1.1 pada browser. Setelah login, klik pada menu maintenance, lalu klik restore default setting.

 

2. Lakukan setting ulang seperti pada bagian Instalasi di atas. Caranya klik menu Setup, lalu Setup Wizard.

Sejauh ini, kekurangan tersebut masih saya toleransi. Bagaimana dengan pengalaman temans?

Update:

Saya telah melakukan reset factory setting ke-4 pada 24 November 2012.

Saya telah melakukan reset factory setting ke-5 pada 25 November 2012.

Saya telah melakukan reset factory setting ke-6 pada 2 Desember 2012.

Saya telah melakukan reset factory setting ke-7 pada 3 Desember 2012.